Friday, January 13, 2012

Mengenal Malware dan Spyware

Bagi pengguna komputer, pasti tidak asing lagi dengan namanya virus. Tetapi mungkin anda belum mengetahui istilah malware, adware, dan spyware. Sebernarnya virus juga tergolong malware, tetapi virus sendiri juga bermacam-macam tipenya. Di sini akan dibahas mengenai malware, adware dan spyware.

1. Malware
Berasal dari singkatan kata malicious software yang artinya perangkat jahat/kotor. Malware adalah sebuah program komputer yang diciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu dari si pembuatnya dan dapat masuk ke komputer siapa saja tanpa meminta persetujuan dari pengguna komputer dan merupakan program yang mencari kelemahan dari software-software di dalamnya. Umumnya Malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software, aplikasi, atau operating sistem.
Contoh dari Malware:
a. Virus.
Virus adalah istilah yang sering dipakai untuk seluruh jenis perangkat lunak yang mengganggu komputer. Bisa jadi karena inilah tipe malware pertama yang muncul. Virus bisa bersarang di banyak tipe file. Tapi boleh dibilang, target utama virus adalah file yang bisa dijalankan seperti EXE, COM, dan VBS, yang menjadi bagian dari suatu perangkat lunak. Boot sector juga sering dijadikan sasaran virus untuk bersarang. Beberapa file dokumen juga bisa dijadikan sarang oleh virus. Penyebaran ke komputer lain dilakukan dengan bantuan pengguna komputer. Saat file yang terinfeksi dijalankan di komputer lain, kemungkinan besar komputer lain itu akan terinfeksi pula. Virus mencari file lain yang bisa diserangnya dan kemudian bersarang di sana. Bisa juga virus menyebar melalui jaringan.
b. Worm.
Worm adalah sebuah program yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk menyebarkan diri. Hebatnya lagi, Worm bisa saja tidak memerlukan bantuan orang untuk penyebarannya. Melalui jaringan, Worm bisa berkembang di komputer - komputer yang terhubung dalam suatu sistem yang kurang tinggi tingkat keamanannya, biasanya menyerang sistem operasi. Setelah masuk ke dalam suatu komputer, worm memodifikasi beberapa pengaturan di sistem operasi agar tetap hidup. Minimal, ia memasukkan diri dalam proses boot suatu komputer. Lainnya, mungkin mematikan akses ke situs antivirus, menonaktifkan fitur keamanan di sistem, dan tindakan lainnya.
c. Keylogger.
Keylogger mencatat semua proses penekanan tombol keyboard. Catatannya akan disimpan di suatu file. Di dalamnya bisa terdapat informasi seperti aplikasi tempat penekanan tombol dilakukan dan waktu penekanan. Dengan cara ini, seseorang bisa mengetahui username, password dan berbagai informasi lain yang dimasukkan dengan cara pengetikan. Pada tingkat yang lebih canggih, keylogger mengirimkan log yang biasanya berupa file teks itu ke seseorang. Tentu saja itu dilakukan tanpa sepengetahuan si korban. Pada tingkat ini pula keylogger bisa mengaktifkan diri ketika pengguna komputer melakukan tindakan tertentu. Misalnya begini. Ketika pengguna komputer membuka situs e-banking, keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keylogger aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard aktif dan mencatat semua tekanan pada keyboard di situs itu dengan harapan nomor PIN dapat dicatat. Keylogger ini cukup berbahaya karena secanggih apa pun enkripsi yang diterapkan oleh suatu website, password tetap dapat diambil. Karena, password itu diambil sebelum sempat dienkripsi oleh sistem. Keylogger merekam sesaat setelah password diketikkan dan belum diproses oleh sistem. Banyak kasus akun facebook dan twitter yang dihack juga salah satunya garaya si keylogger ini.



d. Wabbit.
Wabbit tidak membutuhkan suatu program dan dokumen untuk bersarang. Tetapi wabbit menyebarkan diri ke komputer lain menggunakan jaringan, wabbit menggandakan diri secara terus-menerus didalam sebuah komputer local dan hasil penggandaan itu akan menggerogoti sistem. Kinerja komputer akan melambat karena wabbit memakan sumber data yang lumayan banyak. Selain memperlambat kinerja komputer karena penggunaan sumber daya itu, wabbit bisa deprogram untuk memiliki efek samping yang efeknya mirip dengan malware lain. Kombinasi-kombinasi malware seperti inilah yang bisa sangat berbahaya.
e. Dialer.
Malware ini menyebabkan komputer untuk berusaha berkoneksi dengan komputer untuk mengirim kan informasi yang didapat oleh keylogger, spyware atau malware lain ke seseorang yang memang bertujuan demikian.
f. Backdoor.
Backdore berusaha masuk ke dalam sistem untuk mengakses sumber daya serta file. Berdasarkan cara bekerja dan perilaku penyebarannya, backdoor dibagi menjadi dua macam. Pertama mirip dengan Trojan. Mereka secara manual dimasukkan ke dalam suatu file program pada perangkat lunak dan kemudian ketika perangkat lunak itu diinstall, mereka menyebar. Kedua mirip dengan worm. Backdoor dalam dijalankan sebagai bagian dari proses boot. Ratware adalah sebutan untuk backdoor yang mengubah komputer menjadi zombie yang mengirim spam. Backdoor lain mampu mengacaukan lalu lintas jaringan, melakukan brute force untuk meng-crack password dan enkripsi, dan mendistribusikan serangan distributed denial of service.
g. Trojan.
Trojan adalah malware yang seolah-olah merupakan program yang berguna, yang menghibur, yang menyelamatkan, padahal di balik itu, ia merusak. Trojan ini bisa ditunggangi oleh malware lain seperti seperti virus, worm, spyware. Trojan dapat digunakan untuk menyebarkan atau mengaktifkan mereka.



2. SPYWARE
Spyware adalah perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna komputer tanpa diketahui oleh si pengguna itu. Informasinya bisa yang tidak terlampau berbahaya seperti pola berkomputer, terutama berinternet, sampai yang berbahaya seperti nomor kartu kredit, PIN untuk perbankan elektronik (e-banking) dan password suatu akun. Informasi tentang pola berinternet, telah disebutkan, tidak terlampau berbahaya. Situs yang dikunjungi, informasi yang kerap dicari, obrolan di ruang chat akan dimata-matai oleh si spyware. Selanjutnya, informasi itu digunakan untuk menampilkan iklan yang biasanya berupa jendela pop-up. Iklan itu berhubungan dengan kebiasaan seseorang berinternet. Misalnya kerap kali seseorang mencari informasi mengenai kamera digital. Jendela pop-up yang muncul akan menampilkan, misalnya situs yang berdagang kamera digital. Adware adalah istilah untuk spyware yang begini. Penyebaran spyware mirip dengan Trojan. Contohnya, flashget. Ketika flashget yang dipakai belum deregister, flashget bertindak sebagai spyware. hubungkan diri ke internet, jalankan flashget yang belum deregister, diamkan komputer beberapa saat, dan akan muncul jendela internet explorer yang menampilkan iklan suatu situs.

Sumber

Related Post:

0 comments:

Post a Comment

Kritik, Saran, dan Komentar anda sangat kami butuhkan demi kemajuan blog ini, terima kasih telah berpartisipasi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...