Thursday, October 27, 2011

Bekisting Horisontal (Vol 1.)

I.UMUM
Formwork atau Bekisting merupakan sarana struktur beton untuk mencetak beton baik ukuran atau bentuknya sesuai dengan yang direncanakan, sehingga bekisting harus mampu berfungsi sebagai struktur sementara yang bisa memikul berat sendiri, beton basah, beban hidup dan peralatan kerja. Persyaratan Umum Dalam mendisain suatu struktur, baik struktur permanen maupun sementara seperti bekisting setidaknya ada 3 persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
1. Syarat Kekuatan, yaitu bagaimana material bekisting seperti balok kayu tidak patah ketika menerima beban yang bekerja
2. Syarat Kekakuan, yaitu bagaimana meterial bekisting tidak mengalami perubahan bentuk / deformasi yang berarti, sehingga tidak membuat struktur sia-sia.

3. Syarat Stabilitas, yang berarti bahwa balok bekisting dan tiang/perancah tidak runtuh tiba-tiba akibat gaya yang bekerja.
Selain itu, perencanaan dan disain bekisting harus memenuhi aspek bisnis dan teknologi sehingga pertimbangan –pertimbangan di bawah ini setidaknya harus terpenuhi: 
1. Ekonomis
2. Kemudahan dalam pemasangan dan bongkar
3. Tidak bocor 
Untuk memenuhi persyaratan Umum yaitu Kekuatan, kekakuan dan stabilitas di atas maka seperti pada design struktur umumnya, peranan ilmu statika dalam perencanaan bekisting sangatlah penting.
II. PEMODELAN STRUKTUR 
Sebelum suatu struktur bisa di design atupun di periksa kekuatannya, perlu dilakukan pemodelan struktur baik struktur gedung ataupun bekisting sehingga menjadi sebuah model Statika sehingga mempermudah perhitungan Gaya-gaya yang terjadi pada struktur tersebut. 
Contoh: Menentukan pemodelan statik untuk Plywood pada bekisting lantai tipe Multiflex



III. MATERIAL BEKISTING HORISONTAL 
Material Bekisting 
1. Plywood 
2. Kayu 
3. Baja Profil
4. Pelat Baja, dll 
1.1 Plywood Adanya tuntutan kualitas serta pertimbangan bahwa biaya pengerjaan bekisting dari papan kayu cukup mahal, maka digunakan plywood sebagai pelapis bekisting kolom, balok, dinding dan terutama bekisting pelat. 
1.2 Kayu Dalam dunia konstruksi, kayu merupakan bahan bekisting yang banyak digunakan, khususnya pada bekisting Konvensional dimana keseluruhan bahan bekisting dibuat dari kayu. Begitu juga dengan bekisting semi konvensional, dimana material kayu masih banyak digunakan meski penggunaan kayu papan telah digantikan oleh Plywood. Untuk menghasilkan hasil beton yang sesuai dengan yang direncanakan, maka diperlukan acuan mengenai jenis kuat kayu, sehingga syarat kekuatan dan kekakuan kayu masih dalam batas-batas yang diijinkan. Berikut adalah Kelas Kuat Kayu menurut PKKI NI-5 1961: 

DAFTAR I

Tegangan Kayu berdasarkan Kelas Kuat
DAFTAR II

Modulus Elastisitas Kayu
1.3 Baja Profil Pada bekisting semi konvensional dan bekisting sistem bahan baja profil dipakai sebagai bahan bekisting terutama sebagai support atau sabuk pada bekisting kolom dan dinding. Penggunaan material ini terutama digunakan pada pekerjaan dengan pemakaian ulangnya banyak sekali. Selain Untuk menghasilkan hasil beton yang sesuai dengan yang direncanakan, maka diperlukan acuan mengenai kekuatan material dari bahan Steel, sehingga syarat kekuatan dan kekakuan steel masih dalam batas-batas yang diijinkan serta dengan pertimbangan faktor ekonomis sehingga perlunya perencanaan steel dengan metode elastis. 
1.4 Pelat Baja Bekisting pelat baja biasanya terdiri dari lembaran atau panel-panel baja pelat tipis yang dibuat sesuai standar atau pesanan khusus. Pembuatannya pada umumnya distel dipabrik. 

IV. PEMBEBANAN PADA BEKISTING HORISONTAL
Dalam merencanakan bekisting, perhitungan yang digunakan adalah perhitungan gaya atau statika seperti pada Mekanika Teknik. Gaya-gaya yang diperhitungkan adalah gaya vertikal dan gaya horisontal. Analisis pada bahan bekisting seperti kekuatan terhadap Tegangan dan gaya geser akibat beban vertikal atau horisontal dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku. Untuk bekisting sistem seperti PERI yang telah mempunyai standar tertentu biasanya dititik beratkan pada lendutan yang terjadi. Lendutan yang direkomendasikan oleh ACI adalah sebesar L/360.
Gaya vertikal yang harus diperhitungkan dalam perencanaan bekisting adalah: 
Beban Mati, antara lain : Berat sendiri Beton, berat bekisting, baja tulangan dan Tumpukan sementara material 
Beban Hidup, antara lain : Tenaga Kerja + alatBeban-beban tersebut harus mampu ditahan oleh bekisting sesuai dengan batas yang diijinkan dan dengan mempertimbangkan pula faktor keamanan. 
Di bawah ini adalah rekomendasi dari beberapa negara maju dalam hal besarnya beban vertikal. Rekomendasi dari ACI Committe 347 : 
Berat sendiri beton termasuk tulangan  = 150 lb per cu.ft atau 2400 kg/m3
Berat Bekisting                                   = 10 – 15 Psf atau 50 – 75 kg/m2 
Beban Hidup minimum                        = 250 kg/m2 
Rekomendasi dari Australia :
Berat sendiri beton termasuk tulangan = 2400 kg/m3 
Berat Bekisting                                   = 30 – 75 kg/m2
Beban Hidup minimum                        = 150 - 250 kg/m2

bersambung....







Related Post:

1 comments:

Unknown said...

Mas skripsi saya tentang perencanaan bekisting baja. Saya bingung gmn cara menghitung sambungannya jika saya menggunakan las dan baut?

Post a Comment

Kritik, Saran, dan Komentar anda sangat kami butuhkan demi kemajuan blog ini, terima kasih telah berpartisipasi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...