Wednesday, November 9, 2011

Jenis-Jenis Pondasi

Secara garis besar, pondasi bangunan dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Pondasi Dangkal
2. Pondasi Dalam
Namun, sekarang juga ada sumber yang mengelompokkan menjadi tiga, dengan menambahkan pondasi kombinasi pelat dan tiang pancang. Berikut sekilas penjelasan jenis-jenis pondasi:

1. Pondasi Dangkal

Pondasi ini memiliki kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal, hanya beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Salah satu tipe yang sering digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada rumah-rumah,dibuat dari beton atau pasangan batu, meneruskan beban dari dinding dan kolom bangunan ke tanah keras. Di dalamnya terdiri dari:
• Pondasi setempat
• Pondasi penerus
• Pondasi pelat
Pada pondasi tipe ini beban diteruskan oleh kolom/tiang, selanjutnya diterima pondasi dan disebarluaskan ke tanah. Dasar tanah yang menerima beban tidak lebih dari 1 sampai 2 meter dari permukaan tanah. Disini tembok-tembok, kolom, maupun tiang bangunan berdiri dengan pelebaran kaki diatas tanah dasar yang keras dan padat. Dan Pondasi dangkal biasanya digunakan untuk konstruksi beban ringan dan kondisi lapisan permukaan yang cukup baik, biasanya jenis pondasi dangkal sudah cukup memadai untuk menopang bangunan. Beberapa pondasi dangkal yang sering digunakan:

1. Pondasi Tapak/Telapak
Pondasi jenis ini mirip seperti kolom, namun ukurannya lebih besar daripada kolom. Pada bagian paling bawah terdapat semacam pelebaran kaki berbentuk trapesium ataupun pelat beton. Pondasi tapak biasanya digunakan pada bangunan residensial atau gedung berlantai dua dengan kondisi tanah yang baik. Berikut contoh gambar pondasi tapak:
Photobucket
Pondasi Tapak
2. Pondasi Batu Kali
Pondasi batu kali sering kita temuin pada bangunan-bangunan rumah tinggal.Pondasi ini masih digunakan, karena selain kuat, pondasi ini pun masih termasuk murah.Bentuknya yang trapesium dengan ukuran tinggi 60 - 80 Cm, lebar pondasi bawah 60 - 80 Cm dan lebar pondasi atas 20 - 30 Cm. Bahan lain yang murah sebagai alternatif pengganti pondasi batu kali adalah memanfaatkan bongkaran bekas pondasi tiang pancang ( Bore Pile ) atau beton bongkaran jalan.Bekas bongkaran tersebut cukup kuat digunakan untuk pondasi, sebab mutu beton yang digunakan ialah K-250 s/d K-300.Permukaannya yang tajam dan kasar mampu mengikat adukan semen dan pasir.Bila dibandingkan dengan pondasi rollag bata, tentu bongkaran bekas beton jauh lebih kuat. Ukurannya rata-rata 30 x 30 Cm. Pondasi baru kali juga dapat dirangkaikan dengan pondasi menerus yang juga menggunakan batu kali sebagai bahan utamanya. Berikut contoh gambar pondasi batu kali:
Photobucket
Pondasi Batu Kali
3. Pondasi Umpak
Sering ditemui pada konstruksi tradisional dari batu masif yang ditarah (dibentuk dan diratakan), atau bisa juga dari beton bertulang “pre fabrikasi” (dibuat melalui pabrik) dan tinggal menaruh diatas permukaan tanah yang diratakan. Berikut contoh gambar pondasi umpak:
Photobucket
Pondasi Umpak Setelah Dicetak
4. Pondasi Cakar Ayam
Untuk tipe pondasi ini telah dibahas sebelumnya di sini
Masih ada beberapa contoh pondasi dangkal lainnya seperti: pondasi sarang laba-laba, pondasi gasing, pondasi grid dan pondasi hypaar (pondasi berbentuk parabola - hyperbola. Namun, mungkin akan dibahas di lain kesempatan

2. Pondasi Dalam
Digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati lapisan tanah yang lemah di bagian atas ke lapisan bawah yang lebih keras. Pondasi dalam digunakan ketika lapisan atas tanah tidak memiliki daya dukung (load-bearing capacity) dan ketika penggunaan pondasi dangkal hanya akan menyebabkan kerusakan struktur dan/atau ketidakstabilan. Dan digunakan dengan kedalaman lebih dari 2 meter dan biasa digunakan pada bangunan bertingkat lebih dari dua atau karena lapisan tanah keras terlalu dalam.
Beberapa contoh pondasi dalam
1. Pondasi tiang pancang
Pondasi tiang pancang (pile foundation) adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang bentuknya panjang dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang adalah kayu, baja (steel), dan beton. Tiang pancang yang terbuat dari bahan ini adalah dipukul, di bor atau di dongkrak ke dalam tanah dan dihubungkan dengan Pile cap (pier). Tergantung juga pada tipe tanah, material dan karakteistik penyebaran beban tiang pancang di klasifikasikan berbeda-beda. Berikut contoh gambar tiang pancang:
Photobucket
Tiang Pancang
2. Pondasi Sumuran
Pondasi sumuran merupakan peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang, digunakan bila tanah dasaryang kuat terletak pada kedalaman yang relatif dalam, dimana pondasi sumuran nilai kedalaman (Df) dibagi lebarnya (B) lebih besar 4 sedangkan pondasi dangkalDf/B≤ 1. Berikut adalah contoh gambar pondasi sumuran:
Photobucket
Pondasi Sumuran
3. Bore Pile
Bore pile adalah pondasi yang kedalamannya lebih dari 2 meter.Digunakan untuk pondasi bangunan-bangunan tinggi. Sebelum memasang bore pile, permukaan tanah dibor terlebih dahulu dengan menggunakan mesin bor. Hingga menemukan daya dukung tanah yang sangat kuat untuk menopang pondasi.Setelah itu tulang besi dimasukan kedalam permukaaan tanah yang telah dibor, kemudian dicor dengan beton.Pondasi ini berdiameter lebih besar dari 20 cm. Biasanya pondasi ini terdiri dari 2 atau lebih yang diatasnya terdapat pile cap. Berikut adalah contoh gambar bore pile:
Photobucket
Pemasangan Tulangan  Untuk Bore Pile
Demikian postingan kali ini, tunggulah posting-postingan selanjutnya. Bila ada yang keliru, tolong segera diberita tahu melalui komentar.
Diringkas dari beberapa sumber



Related Post:

1 comments:

Supri Yadi said...

Mengerjakan bor pile dan strauss pile untuk wilayah jakarta dan sekitarnya

Email ke supriyadi157@gmail.com

Post a Comment

Kritik, Saran, dan Komentar anda sangat kami butuhkan demi kemajuan blog ini, terima kasih telah berpartisipasi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...